Sebuah Perenungan

Standard

Sebanyak apa pun gelar yang kita raih, setinggi apa pun prestasi yang telah kita capai, sebanyak apa pun pekerjaan yang kita perbuat.. Pada akhirnya nanti kita sama-sama akan mendapatkan gelar terakhir di bumi ini: Almarhum / Almarhumah.

Sebelum mendapat gelar itu, di dunia ini kita banyak belajar dan banyak ujiannya. Kita banyak melakukan “tugas pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan tepat pada waktunya. Pada akhirnya nanti kita sama-sama pasti “lulus”, karena tubuh kita berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Hanya yang menjadi perbedaannya, di manakah kita akan merayakan kelulusan kita? Di surga? Atau di neraka?

Jangan lupa untuk mulai mempersiapkan sejak awal apa seharusnya yang menjadi prioritas hidup kita. Memprioritaskan segala sesuatu berdasarkan siapa yang nanti pada akhirnya akan menangis di hari pemakaman kita. 

Pada akhirnya, jangan pernah melupakan kata-kata bijaksana ini: 

Ketika kita lahir ke dalam dunia sebagai seorang bayi, kita menangis dan orang-orang di sekitar kita tersenyum bahagia melihat kehadiran kita. Ketika pada saatnya nanti kita meninggalkan dunia ini, kita tersenyum bahagia karena telah menyelesaikan tugas kita dengan baik dan orang-orang di sekitar menangis karena telah kehilangan pribadi kita.

Good night all,

Big God bless you 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s