Roma 8:28

Standard

Pernyataan pertama yang sering diucapkan banyak orang ketika malapetaka menimpa mereka adalah ayat Roma 8:28. Namun ayat itu tidaklah mudah diterima di masa-masa sulit. Kisah hidup penulis himne Fanny Crosby merupakan contoh yang baik. 

Dunia telah menikmati puji-pujian karyanya yang tak lekang oleh waktu, tetapi kebaikan itu datang dari musibah yang menimpa dirinya, yaitu kebutaannya pada usia 5 tahun. Pada usia 8 tahun, ia telah menulis puisi dan lagu himne. Dengan menulis lebih dari 8.000 lagu rohani dan himne, Fanny telah memberkati dunia dengan puji-pujian populer seperti “Blessed Assurance (Ku Berbahagia)”, “Safe in the Arms of Jesus (S’lamat di Tangan Yesus)”, dan “Pass Me Not, O Gentle Savior (Mampirlah, Dengarlah Doaku)”. Tuhan memakai kesulitan yang diderita Fanny untuk mendatangkan kebaikan bagi dirinya dan kita, serta untuk memuliakan-Nya. 

Ketika bencana datang menimpa, memang sulit untuk memahami bagaimana hal itu dapat mendatangkan suatu kebaikan, dan kita pun tidak selalu bisa melihat kebaikan itu dalam hidup. Namun Tuhan mempunyai maksud baik dan Dia selalu menyertai kita. (Disadur dari sumber renungan harian).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s