Perkataan yang Menyedihkan

Standard

Saya mendengar perkataan yang paling menyedihkan hari ini. Dua saudara seiman sedang berbeda pendapat tentang sesuatu. Pria yang lebih tua menggunakan ayat-ayat Alkitab seperti senjata, dengan menebas apa pun yang dianggapnya salah dalam hidup lawan bicaranya. Pria yang lebih muda kelihatan jenuh menanggapi lawan bicaranya yang tengah menguliahi dirinya dan merasa sangat dikecewakan. 

Saat obrolan mereka hampir usai, pria yang lebih tua mengomentari sikap lawan bicaranya yang terlihat tidak acuh. “Dahulu kamu begitu bersemangat,” katanya, sebelum akhirnya ia terdiam, “aku tak tahu apa yang sebenarnya kamu inginkan.”

“Bapak kehilangan kesempatan untuk mengasihiku,” kata si orang muda. “Selama Bapak mengenalku, sepertinya yang penting bagi Bapak adalah membuktikan kesalahan-kesalahanku. Apa yang kuinginkan? Aku ingin melihat Yesus, di dalam dan melalui diri Bapak.”

Seandainya perkataan itu ditujukan pada saya, hati saya pasti hancur. Tuhan mengingatkan bahwa ada banyak kesempatan yang terlewat bagi saya untuk mengasihi orang lain. Dan saya sadar bahwa ada banyak orang yang juga tidak dapat melihat Yesus di dalam dan melalui diri saya. 

Kasih haruslah menjadi pendorong utama dari apa pun yang kita lakukan; dalam segala sesuatu yang kita lakukan (1 Korintus 13:1-4). Janganlah kita melewatkan kesempatan mendatang untuk menyatakan kasih pada sesama. Karena, perbuatan kasih selalu jauh lebih baik daripada sekadar perkataan. (Disadur dari sumber renungan harian).

Have a blessed Sunday all,

Big God bless you :) 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s