Sejarah Lagu “Christ is Enough”

Standard

Christ is my reward and all of my devotion. Now there’s nothing in this world that could ever satisfy. Through every trial my soul will sing. No turning back. I’ve been set free. Christ is enough for me. Christ is enough for me. Everything I need is in You. Everything I need.

Christ my all in all the joy of my salvation. And this hope will never fail, heaven is our home. Through every storm my soul will sing. Jesus is here. To God be the glory. 

I have decided to follow Jesus. No turning back. No turning back. The cross before me, the world behind me. No turning back. No turning back…

Sekitar kurang dari dua ratus tahun yang lalu, terjadi sebuah kebangunan rohani besar yang melanda kota Wales. Dan sama seperti kebangunan rohani lainnya, terjadi banyak pengutusan. Dengan berapi-api, orang-orang percaya ini mengumpulkan membawa kabar sukacita dan anugerah keselamatan Yesus Kristus ke seluruh penjuru dunia.

Banyak yang datang ke India, sebuah tanah yang dikuasai oleh berbagai suku, penyembahan berhala, dan banyak dewa-dewa. Ini adalah tempat yang berbahaya, khususnya di wilayah timur laut Assam, di mana praktek berburu kepala manusia tumbuh dengan subur. Bahkan kepala manusia telah menjadi bentuk mata uang dan simbol kekuasaan, serta ketakutan.

Seorang misionaris dari Wales mulai menyebarkan Injil di seluruh Assam dan terjadi pertobatan. Namun pertobatan sebuah keluarga justru menjadi kontroversi besar. Pemimpin penduduk lokal menjadi sangat marah kepada keluarga yang berani memeluk agama baru yang dibawa masuk oleh misionaris Wales itu. Kemarahan pemimpin penduduk setempat semakin meluap dan menimbulkan ancaman serius bagi keluarga tersebut, khususnya bagi sang kepala keluarga. Apalagi dia telah menceritakan tentang Kristus kepada warga lainnya, yang kemudian percaya dan mengikuti-Nya. 

Hal ini membuat pemimpin desa tersebut menjadi semakin marah, dan pada suatu hari seluruh penduduk desa diundang untuk menghadiri pertemuan warga. Di hadapan semua orang, pria tersebut dan seluruh keluarganya diperintahkan untuk menyangkali iman mereka. Tetapi tidak ada yang mau melakukan hal tersebut. Sebaliknya, dia mengucapkan kalimat sederhana ini,

“Saya sudah memutuskan untuk mengikut Yesus. Tidak akan berpaling. Tidak akan berpaling.”

“I have decided to follow Jesus. Not turning back. Not turning back.”

Pemimpin desa tersebut menjadi semakin bertambah marah. Dia memerintahkan pemanah untuk membunuh dua anak laki-lakinya saat itu juga di hadapannya. Lalu pemimpin desa itu mulai mengancam agar menyangkal imannya. Dan lagi, ia menunjukkan iman yang teguh di tengah gelombang ketakutan yang ada,

“Walau tidak ada yang mengikutiku, aku akan tetap mengikuti-Nya. Tidak akan berpaling. Tidak akan berpaling.”

“Though no one joins me, still I will follow. No turning back, no turning back..”

Pemimpin desa tersebut memerintahkan membunuh istri dari pria itu. Ketika darah mulai turun mengalir membasahi tanah, tetap pria tersebut mengarahkan pandangan imannya pada Yesus dan berkata,

“Salib di depanku, dunia di belakangku. Tidak akan berpaling. Tidak akan berpaling.”

“The cross before me, the world behind me. No turning back. No turning back..”

Pada akhirnya sama seperti istri dan anak-anaknya, pria tersebut dibunuh. Yang lain hanya berani memandang dan menunggu takdir mereka. Namun, pemimpin desa tersebut hatinya menjadi gusar. Bagaimana pria ini bisa menunjukkan keberanian yang sedemikian rupa? Apa yang membuat pria ini berani mati demi Yesus Kristus? Kuasa apa yang ditemukan dalam Tuhan yang baru ini?

Dengan tertegun, pemimpin itu terjatuh dan tersungkur ke tanah. Dia telah melihat begitu banyak kematian di hidupnya, tetapi tidak pernah ada yang sedemikian rupa. Hanya ada satu pilihan. Dia dan seluruh penduduk desa juga harus percaya dan mengikuti Yesus..

Kisah nyata di balik lagu yang ditulis pemimpin pujian Hillsongs, Reuben Morgan, adalah salah satu gambaran bahwa Yesus adalah sosok yang kita butuhkan dalam hidup. Pengorbanan-Nya di kayu salib patut dibayar dengan sedemikian serupa. Kasih-Nya yang sejati patut dibayar dengan kasih setia yang tanpa menyimpang.

Christ is Enough

Karena Kristus saja cukup. Kita tidak perlu menambahkan apa pun atau bergantung dengan hal di luar Kristus. Di luar Kristus, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Misionaris kulit putih dari Wales dan penginjil India yang dipaksa menyerahkan nyawanya itu adalah pejuang iman yang tetap bertahan teguh dan menjadi saksi iman bagi dunia (ditulis dari sumber jawaban.com & telah disharingkan di radio Kristen di Surabaya).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s