Monthly Archives: June 2017

Kurang Koma Bikin Koma

Standard

Ada seorang istri sedang berlibur ke luar negeri. Di sana dia menemukan gelang bagus, yang telah lama dicarinya selama ini. Dengan segera dia mengambil HP dan menuliskan sms kepada suaminya,

“Sayang, aku ketemu gelang bagus nih. Tapi harganya kok mahal ya, kira-kira 100 juta kalau dirupiahin. Boleh beli ngga?” 

Tak beberapa lama suaminya membalas sms istrinya, yang di mana seharusnya dia ingin menulis,

“Jangan, harganya terlalu tinggi (dalam bahasa Inggris: No, price too high).”

Entah karena mengantuk atau sedikit teledor, suaminya lupa menambahkan huruf koma di kalimat itu. Jadi, smsnya berbunyi,

NO PRICE TOO HIGH (Tidak ada harga yang terlalu tinggi / mahal)

Tentu saja sang istri yang membaca sms tersebut menjadi riang gembira, sukacita melimpah dan penuh damai sejahtera, segera mengambil kartu kredit, menggeseknya dan tanda tangan. 

Ahh, terlupakannya tanda koma itu nyaris membuat sang suami koma saat membayar tagihan kartu kredit pada bulan depannya..

Jadi, jangan suka meremehkan masalah yang kecil. Yang kecil-kecil jika kita tidak berhati-hati dan segera menanganinya, juga memiliki efek besar di belakang sama seperti contoh kurangnya huruf koma di cerita atas. Sama juga seperti debu kecil yang berada di dalam mata, jarum kecil yang tak sengaja tergeletak di kursi saat kita hendak duduk, batu kerikil kecil yang berada di dalam sepatu, ketombe di baju yang berwarna hitam, dan dosa yang mengintip di celah-celah pintu hati…

“….dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” (Kejadian 4:7).

(Disadur dari status di facebook temen..)

Have a blessed day all, Big God bless you 🙂 

Advertisements

Proses Kematian dan Hancurnya Tubuh

Standard

Proses Kematian dan Hancurnya Tubuh (Sumber: dari postingan temen di facebook)

Sesaat sebelum mati, Anda akan merasa jantung berhenti berdetak, nafas tertahan, dan badan bergetar. Anda merasakan sensasi dingin di daerah telinga. Darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi.

0 Menit: Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan suplai oksigen. 

1 Menit: Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kandung kemih keluar tanpa izin. 

3 Menit: Sel-sel otak tewas secara massal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir. 

4 – 5 Menit: Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah. 

7 – 9 Menit: Penghubung ke otak mulai mati.

1 – 4 Jam: Rigor Mortis (fase di mana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.

4 – 6 Jam: Rigor Mortis terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.

6 Jam: Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.

8 Jam: Suhu tubuh langsung menurun drastis.

24 – 72 Jam: Isi perut membusuk oleh mikroba dan organ pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.

36 – 48 Jam: Rigor Mortis berhenti, tubuh Anda selentur penari balerina.

 
3 – 5 Hari: Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.

8 – 10 Hari: Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.

Beberapa Minggu: Rambut, kuku, dan gigi dengan mudahnya terlepas.

Satu Bulan: Kulit Anda mulai mencair.

Satu Tahun: Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, sekarang hanya tinggal tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan..

Kita tidak membawa apapun saat datang ke dunia, demikian juga saat kita meninggalkan dunia yang fana ini, kita pun tak dapat membawa apapun, bahkan sehelai rambutpun kita tak berkuasa membawanya. 

Biarlah selama diberi kesempatan dan kepercayaan untuk hidup, kita mengisinya dengan memberi makna dan manfaat bagi sekitar. Sehingga ketika tubuh fana kita harus beristirahat selama-lamanya di dalam perut bumi, kita hanya menyisakan tulang-belulang yang tiada berarti..

Good night all & Big God bless you 🙂 

Tidak Melakukan Apa-apa

Standard

Ayat Bacaan : I Petrus 5:8-9

“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” (1 Petrus 5:8).

Seorang ateis dari Finlandia menulis dalam surat wasiatnya bahwa ia ingin memberikan sawahnya untuk setan. Ketika ia meninggal, pihak pemerintah bingung bagaimana mereka harus meluluskan permohonannya. Setelah beberapa lama diproses, akhirnya pihak pengadilan memutuskan bahwa cara terbaik untuk mengabulkan permohonan petani itu adalah membiarkan tanaman liar tumbuh, membiarkan sawah dan rumahnya tidak terawat. Pengadilan memutuskan,

“Cara terbaik untuk membiarkan setan memiliki apa saja adalah dengan kita tidak melakukan apa-apa. Cara terbaik untuk membiarkan setan menghancurkan cita-cita dan hidup adalah dengan diam saja dan tidak melakukan apa-apa terhadap hidup Anda!”

Salah satu alasan Rasul Petrus meminta jemaat agar senantiasa sadar dan berjaga-jaga adalah karena hidup manusia sangat rentan untuk tidak melakukan apa-apa. Apalagi ketika merasa sudah berada dalam tempat aman, kecenderungan orang adalah mereka lantas bersikap santai dan tenang-tenang saja. 

Saat hidup baik-baik saja, keluarga sehat, karier lancar, banyak orang Kristen berhenti berkarya dan kerohaniannya menjadi stagnan. Padahal Tuhan menginginkan sebuah kehidupan yang terus bergerak, berkembang, dan maksimal.

Alasan kedua adalah, saat kita lengah dan tidak berjaga-jaga dan tidak melakukan apa-apa, hal itu menjadi celah bagi Iblis untuk menghancurkan hidup kita. Tidak melakukan apa-apa sama dengan mematikan tujuan hidup dan semua potensi yang Tuhan percayakan dalam hidup kita. Tentu kita semua tahu apa akibat dari tidak memiliki tujuan hidup dan enggan mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan.

Seperti yang Yesus gambarkan dalam perumpamaan talenta, ganjarannya tidak tanggung-tanggung. Ia tidak menerima apa-apa dari Tuhan, bahkan apa yang ia punya justru diberikan kepada orang lain. Dan yang lebih tragis, ia ditolak Tuhan! Tentu kita tahu apa artinya hal ini,

Jika ia ditolak Tuhan, berarti ia akan segera menjadi milik Iblis

Kata-kata Bijak: Cara menghancurkan cita-cita kita adalah cukup jangan melakukan apapun

Ditulis dari sumber: Renungan Harian Spirit