Ringkasan Khotbah: Rencana Besar Allah untuk Manusia

Standard

Ayat Bacaan: Efesus 2:1; Yeremia 29:11-13

Kapanpun kita mencari Tuhan, kita dapat menemukan-Nya. Yang menjadi masalah, kenapa terkadang hidup kita tidak mengalami damai sejahtera? Hal itu dikarenakan ada dosa, jiwa terluka, kepahitan, respon, dan reaksi buruk terhadap kehidupan sehingga membuat rencana Allah menjadi terhambat, bahkan gagal untuk terjadi dalam hidup kita. 

Kenapa jiwa dapat terluka? Kebutuhan dasar manusia tidak terpenuhi: pengakuan, penghargaan, dihormati, perhatian, pujian, komunikasi, perlakuan lembut, perlakuan tegas, rasa aman, dll. Kenapa kita tidak menemukannya? Kita salah dalam mencari sumbernya, semakin mencari semakin kecewa, Allah Bapa dalam Kristus Yesus adalah supplier utama kebutuhan jiwa kita. Hanya Tuhan Yesus yang dapat mengisi tabung emosi jiwa kita yang kosong, bukan isi dunia ini. 

Seringkali luka batin diremehkan, karena luka ini tidak terlihat dari luar, sehingga bisa disembunyikan. Apa yang ada di dalam hidup kita akan mempengaruhi bagaimana reaksi dan perbuatan kita (Amsal 14:13). Luka batin muncul ketika bagian yang terluka itu terusik. 

Luka batin seseorang tidak mudah dipahami orang lain (Amsal 14:10). Orang lain hanya memberikan dengan mudah stempel mengenai hidup kita. Luka batin terlalu menyakitkan untuk diakui dan dihadapi, dianggap sama dengan kelemahan yang harus ditutupi. Allah menginginkan kita “sehat” (Amsal 17:22a). Ketika kita “sehat”, yang keluar adalah perkara-perkara sehat. Kalau kita “sakit”, yang keluar adalah perkara-perkara sakit. 

Penyebab luka batin

Perkataan – sikap – perbuatan (Amsal 15:4). Hati-hati dengan perkataan, karena hal itu dapat mendatangkan berkat atau mendatangkan kutuk, dapat menyakiti perasaan orang lain. Ketika perkataan buruk merobek jiwa, itu dapat mempengaruhi kehidupan kita. 

Sikap / sudut pandang / paradigma yang keliru. Kejadian 37. Muncul: iri hati, benci, jengkel, dendam, rasa bersalah, benci-lebih benci-makin benci. Perjalanan yang awalnya Allah rencanakan baik, jadi tidak mulus karena adanya luka batin. 

Penyebab luka batin lainnya: situasi / kondisi – penderitaan (Amsal 27:9). Kalau pemimpin sakit, maka orang-orang yang dipimpinnya akan ikut sakit juga. Masuklah dalam proses, percayalah bahwa melalui proses tersebut Tuhan dapat menyembuhkan dan memulihkan hidup kita. Luka batin lainnya karena adanya penolakan, trauma, kematian. Perkataan yang keluar dari mulutnya adalah perkataan yang menyakitkan. Kita mungkin tidak sadar dengan luka di dalam, tetapi respon hidup kita tidak dapat menipu. 

Ada perceraian, pemerkosaan, dikecewakan, disiplin yang negatif, KDRT, tuntutan yang tidak masuk akal, ketidakadilan, bullying. Disiplin negatif akan mempengaruhi kehidupan anak-anak kita. 

Akibat luka batin: menghancurkan kehidupan (Mazmur 31:10-11). 

Ketika kita belum beres dengan satu perkara, maka Tuhan akan mengijinkan perkara-perkara lainnya yang sama untuk memproses hidup kita. Ketika kita sudah beres dan sembuh, kita tidak perlu khawatir terhadap hidup kita. Dia yang akan mengangkat dan membawa hidup kita dari kemuliaan menuju kemuliaan. 

Menghancurkan kehidupan: Rasa tidak aman (curiga, takut), kemarahan (Efesus 4:26), pencemaran rohani karena ada luka di jiwa (Ibrani 12:15), keterikatan terhadap dosa, cepat atau lambat kita dapat melukai batin orang lain, sakit penyakit, timbul kejahatan. 

Apakah bisa dipulihkan? Mazmur 10:14. Tidak ada cara lain selain bertemu Tuhan, karena hanya Dia satu-satunya yang dapat mengobati dan memulihkan jiwa kita yang luka. Jangan biarkan ada celah, karena ketika kita disakiti, terang Kristus tidak dapat terpancar melalui hidup kita. 

4 langkah praktis menuju pemulihan:
1. Mengakui permasalahan (Amsal 28:13). 

2. Ambil tanggung jawab. Luka batin kita hanya dapat dipulihkan Tuhan, bukan orang lain (Roma 12:2). Budi itu moral, akhlak. Dapat diubah ketika jiwa kita sehat dan sembuh. 

3. Kembali bersama Yesus. Terima pengampunan untuk diri sendiri. Minta bantuan Roh Kudus untuk menunjukkan akar dari permasalahan dan bagaimana harus berdoa. 

4. Lepaskan pengampunan (Matius 18:21-35). Mengampuni dengan segenap hati, bukan dengan kasih manusia tapi dengan kasih Allah. 

Ketika hidup kita menyimpan luka dan belum sembuh, maka hidup kita tidak dapat menghasilkan buah, tetapi menghasilkan nanah. Biarkan Tuhan menyembuhkan luka di dalam hidup kita. 

Ditulis dari khotbah Maam Dhani di retreat DK / HB MDC Surabaya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s