Ringkasan Khotbah: Pelayanan Pemulihan

Standard

Ayat Bacaan: Yakobus 5:19-20

Kekristenan tidak berujung pada kepentingan diri sendiri. Kalau kita mau berbahagia, jangan berfokus pada diri sendiri. Ada banyak permasalahan di dalam hidup yang tidak dapat diselesaikan dengan uang. Pelayanan pemulihan adalah panggilan setiap kita. 

Galatia 6:1-5 : Ayat ini berbicara tentang kerinduan kita untuk mau melakukan pelayanan pemulihan. Dan ketika melakukan pelayanan tersebut, kita sendiri juga akan bertumbuh. Tujuan hidup kita diselamatkan dan dipenuhi Roh bukan untuk kepentingan diri sendiri. Kehidupan spiritualitas bukanlah tujuan akhir, tetapi supaya hidup kita dapat menjadi berkat bagi orang lain. Kalau semua kebaikan Tuhan hanya kita nikmati untuk diri sendiri, maka kita akan berhenti bertumbuh. 

Bagaimana melakukan pelayanan pemulihan?
1. Melakukannya dengan roh lemah lembut, bukan dengan kemarahan. Lemah lembut bukan berbicara tentang sifat lemah, tetapi tentang kekuatan yang sangat besar tapi tetap terkendali. Imamat 19:17: Menegur dengan terus terang, jangan membenci, dan selalu siap mengampuni. Menegur tetapi jangan menjatuhkan mental dan menghancurkan harga dirinya. Kunci kelemah lembutan: Menjaga sikap untuk tidak menghakimi (Roma 2:1) serta tetap menyadari bahwa kita juga memiliki kelemahan diri. 

2. Mau menanggung beban orang lain. Pengampunan: Bersedia menanggung beban akibat kesalahan / dosa orang lain (Roma 15:1). Bertolong-tolonglah dalam menanggung bebanmu (Galatia 6:1). Menegur karena kita peduli dan mau memulihkan, bukan karena sekadar melampiaskan emosi. 2 Korintus 11:29. 

3. Menguji diri kita sendiri. Tidak memandang rendah orang yang kita layani (Obaja 1:12). 1 Korintus 10:12: Jangan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain, karena setiap orang tidak sama dalam menghadapi setiap tantangan dalam hidup. 

Tugas kita melakukan pelayanan ini, tetapi tetap jangan melupakan bahwa yang mengubah hidup orang lain itu Tuhan, bukan diri kita. Ketika kita melakukan pelayanan ini, hidup kita juga bertumbuh. Melalui setiap konflik dan permasalahan, hidup kita juga bertumbuh dan dilatih bagaimana kita dapat bersikap. Tuhan menempatkan orang-orang tertentu, bahkan yang sangat sulit untuk dihadapi, untuk membuat hidup kita bertumbuh dan melakukan pelayanan pemulihan ini. 

Doakan orang-orang yang selama ini membuat diri kita marah, menjengkelkan, dan menyakitkan hidup. Doakan agar Tuhan memberkati dan memulihkan hidup mereka, serta juga memberi hati kita belas kasihan agar Tuhan terus memakai hidup kita untuk dapat menjadi saluran berkat bagi mereka. 

Ditulis dari khotbah Pdt. Agus Lianto di Ibadah 1 MDC Surabaya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s