Musim Salju Abadi

Standard

“…sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.” (Mazmur 30:6)

Bayangkan dunia fiktif Narnia yang diciptakan C.S. Lewis. Di sana musim dingin berlangsung selama ratusan tahun. Musim dingin yang lengkap dengan salju basah—tidak ada harapan untuk datangnya musim panas yang menghalau suhu beku dan tumpukan salju. Musim dingin abadi dan tidak akan pernah ada Natal! Bagi saya, hal yang paling menyenangkan dari musim dingin adalah pengharapan, kegembiraan, dan tentu saja, perayaan keajaiban Natal. Hidup menjadi suram apabila kita tidak memiliki pengharapan.

Ada sebagian orang yang jiwanya telah membeku. Kekerasan hidup telah mengeras dalam jiwa-jiwa mereka. Karena kekecewaan hidup, setiap hari mereka hidup dalam keputusasaan. “Sepanjang malam ada tangisan,” kata sang pemazmur, “menjelang pagi terdengar sorak-sorai” (Mazmur 30:6). Dalam setiap kegelapan hidup yang kita alami, ada Allah yang rindu untuk mengubah ratapan kita menjadi tarian yang penuh sukacita (ayat 12).

Daud menulis, “Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku” (Mazmur 94:19). Jika kita berseru kepada Allah di tengah “musim dingin”, maka hari ini kita dapat mengalami sukacita Kristus yang lahir pada Natal. Yesus dapat mengubah duka Anda menjadi tarian. (Ditulis dari sumber Renungan Harian Online).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s