Ringkasan Khotbah: Tuntunan Tuhan

Standard

Subject: Tuntunan Tuhan

Dalam kitab Ulangan 32:11-12, kita belajar bersama tentang dua arti tuntunan Tuhan dalam hidup. Arti yang pertama adalah, Tuhan adalah Tuhan yang berkehendak dan yang mau menuntun hidup setiap kita. Dia tidak pernah menginginkan satupun dari kita anak-anakNya berjalan tanpa tuntunan dari-Nya. Yesaya 58:11 mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan yang mau menuntun hidup kita senantiasa. Kata “senantiasa” sendiri memiliki dua arti, yakni: Untuk masa sekarang dan selamanya. Tuhan mau senantiasa menuntun hidup kita dalam segala hal, baik dalam keadaan suka maupun duka.

Arti yang kedua mengenai kata “Tuntunan Tuhan” adalah Tuhan rindu untuk menuntun hidup kita secara langsung, dan hal ini adalah hak istimewa (privilege) kita sebagai anak-anakNya. Di dalam Ulangan 32:12 dijelaskan bahwa Dia tidak mau memakai perantara lain (atau allah asing) saat menuntun dan menyertai hidup kita. Dia mau melakukannya sendiri.

Hari-hari ini tak sedikit dari orang percaya seringkali memiliki pola pikir kurang benar, yakni: Bila Tuhan yang menuntun hidup, maka semua yang terjadi pasti berjalan lancar dan menyenangkan. Bahkan tak sedikit yang salah mengartikan perwujudan tuntunan Tuhan dalam Mazmur 23 hanyalah sebatas, “..membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;” (ayat 2). Padahal di ayat 4 dijelaskan ada wujud lain dari tuntunan Tuhan yakni, “..berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.”

Tuhan tidak pernah menjanjikan langit selalu biru, bunga selalu bermekaran, jalan yang dilalui bebas hambatan, dan keadaan yang dialami selalu berjalan baik-baik saja. Tetapi Tuhan berjanji bahwa Dia akan selalu setia dalam menuntun dan menyertai hidup. Tetaplah bersabar dan setia ketika kita diijinkan melalui berbagai proses karena pada akhirnya akan memunculkan karakter terbaik dalam hidup kita.

Tujuan Tuhan yang sebenarnya dalam menuntun hidup juga bukan berbicara tentang apakah kita harus mengambil jalan ke arah kanan atau kiri, bukan juga mengenai memindahkan kita dari satu titik ke titik lainnya. Sesungguhnya Tuhan memiliki rencana yang dalam dan tak terselami. Saat Musa merangkum seluruh pelayanannya di Ulangan 32, Tuhan selalu menuntun dirinya dan umatNya “laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,” (Ulangan 32:11).

Menggoyangbangkitkan Isi Sarang

Ketika induk rajawali mulai merangkai dan menyusun sarangnya, dia tidak pernah menyusun di atas pohon di tepi jalan, tetapi di atas bukit batu yang tinggi. Untuk alas pertama sebagai fondasi, induk rajawali akan membangun sarangnya dengan tangkai kayu berduri. Kemudian di atasnya rumput-rumputan, dedaunan, kapas, dan bulunya sendiri. Di lapisan terakhir disusun daun yang lebih besar untuk melandasi pijakannya. Setelah semuanya selesai, induk rajawali akan mulai bertelur di atas sarang tersebut.

Setelah telurnya menetas, induk rajawali akan terbang mencari makanan buat anak-anaknya. Hingga saatnya tiba, induk rajawali akan memutuskan bahwa anak-anaknya harus mulai belajar terbang dan tidak boleh tinggal di dalam sarang yang nyaman lagi. Induk rajawali akan mulai menggoyangbangkitkan dan merusak sarang tersebut, serta hanya meninggalkan tangkai kayu berduri sebagai alas di dalam sarang, sehingga anak-anaknya tidak memiliki pilihan lain selain melompat ke luar dari sarang tersebut dan mulai belajar terbang.

Bagi anak rajawali, induknya bertindak begitu kejam karena merusak rasa aman mereka. Tetapi induk rajawali tahu apa yang ia perbuat, cara belajar terbang terbaik untuk dapat terbang hanya dengan satu cara: Terbang. Dan ketika anak rajawali tersebut jatuh ke bawah dan hendak menabrak dasaran bumi, induk rajawali akan segera terbang ke arah anaknya, menyambar, dan menyelamatkannya. Demikianlah pelajaran terbang akan terjadi berulang kali, hingga anak rajawali tersebut berani mengepakkan sayapnya dan mereka akan menemukan sesuatu yang berbeda. Sayap anak rajawali tersebut sekarang sudah cukup kuat untuk dapat terbang bebas, sama seperti induknya.

Dari kisah induk rajawali yang mengajari anaknya terbang, ada tiga hal yang dapat kita pelajari ketika Tuhan mengijinkan berbagai masalah datang di dalam hidup. Pertama, supaya kita dapat menemukan identitas jati diri kita yang sesungguhnya yakni, kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita (Roma 8:37). Berbagai masalah yang diijinkan-Nya terjadi bukan untuk menghancurkan hidup kita, tetapi untuk menguatkan “sayap” rohani dan agar kita nantinya dapat menjadi berkat dan kesaksian bagi lainnya. Kedua, supaya Tuhan dapat memunculkan potensi terbaik yang dimiliki anak-anakNya. Dan yang ketiga, supaya kita tidak bergantung pada allah asing, tetapi hanya bergantung kepada Tuhan yang telah menjadikan langit dan bumi ini.

Jangan melihat kekristenan dari sisi agama, tetapi dari sisi hubungan pribadi kita dengan-Nya. Sebab Tuhan Yesus datang ke dalam dunia untuk memulihkan hubungan kita dengan Bapa di sorga. Agama adalah usaha manusia dalam mencari keselamatan, tetapi kita mendapat keselamatan bukan karena usaha atau perbuatan baik, tetapi semata-mata hanya karena kasih karuniaNya yang telah menyelamatkan dan memampukan hidup kita untuk dapat menjadi berkat bagi sesama.

Keberhasilan hidup yang diraih sangat ditentukan bagaimana sikap hati dan seberapa dalam pengenalan kita akan pribadi Allah yang sesungguhnya, yang ditentukan dari hubungan pribadi yang kita bangun setiap harinya bersama dengan-Nya. Berkat Tuhan ada dua macam: Benih dan Roti. Roti boleh kita makan, Benih tidak boleh kita makan, karena Benih harus ditaburkan kembali. Jangan pernah lelah untuk terus menabur bagi kemuliaan-Nya. Amin. Tuhan Yesus memberkati..

Disadur dari khotbah Ps. Johanes Gurning, di Ibadah LOV Ministry pada Tgl. 10 November 2017..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s