Ringkasan Khotbah: Berjalan dengan Tuhan yang Merenda

Standard

Berjalan dengan Tuhan tidak ada jaminan untuk selalu mengalami keadaan yang menggembirakan. Kita perlu belajar untuk menikmati kehidupan yang penuh warna, yang telah diberikan Tuhan. Izinkan tangan-Nya merenda kehidupan kita walau terkadang tidak sesuai dengan harapan, sambil tetap mempercayai bahwa Dia masih memberikan yang terbaik dalam hidup kita. Menjadi anak Tuhan yang dipakai-Nya, yang tidak dipengaruhi situasi dan kondisi.

Mazmur 34:10-11 : Kata “singa-singa muda” berbicara tentang kekuatan, kelimpahan. Hidupilah hidup ini bersama dengan Tuhan, agar kita dapat mensyukuri dan menikmati setiap berkat yang diberikan-Nya. Hidup tanpa Tuhan, walau mengalami kelimpahan, akan terasa hampa dan tidak dapat kita nikmati.

Bagaimana kita menikmati perjalanan bersama dengan Tuhan?

1. Amsal 3:5 : Jangan bersandar kepada pengertian kita sendiri. Percayalah pada Tuhan, lebih daripada kita mempercayai manusia. Pengertian kita harus diletakkan di bawah kaki Tuhan.

2. Amsal 3:6 : Kita perlu belajar untuk tetap bersikap baik dan benar, meski tidak ada yang melihat. Kehadiran Tuhan tidak hanya di gedung gereja saja, tetapi di mana-mana, dan di setiap hari. Jangan mempersulit perjalanan kita bersama dengan Tuhan, dengan tidak menghargai kehadiran-Nya dan tidak menjaga hidup kita dengan baik.

3. Amsal 5:9 : Belajar berserah pada Allah dalam segala sesuatu. Apakah Allah yang menjadi “segala sesuatu” dalam hidup kita? Atau isi dunia ini? Kalau hati kita ada di dunia dan materi, mereka akan mempermainkan hidup kita. Kalau Allah yang berada dalam hati kita, Dia tidak akan mempermainkan hidup kita.

Yohanes 15:5 : Di luar Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Dia tahu apa yang terbaik bagi hidup kita. Dia tahu jalan-jalan yang harus kita lalui, Dia tahu apa dan bagaimana proses yang terbaik bagi hidup kita.

Ditulis dari khotbah Ps. Janny Luntungan di Ibadah MDC jam 8 pagi..

Apakah kehidupan kita hanyalah sebuah cerita yang sekadar berlalu? Pastikan orang lain tertarik mengenal Tuhan ketika membaca sejarah kehidupan kita. Asyiklah menjalani hidup bersama dengan Tuhan, dalam sejarah kehidupan kita. Ketika berjalan bersama dengan-Nya, keegoan kita akan diproses dan diajar untuk lebih sabar. -Ps. Andreas Rahardjo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s