Ringkasan Khotbah: First Fruit

Standard

Ayat Bacaan: Amsal 3:9-10, Kisah 20:35

Berbahagia: Makarios, artinya: supremely blest (sangat diberkati).

1. Hagai 2:9 : Tuhan yang empunya segala harta benda, termasuk keuangan. Kita bukan pemilik, kita hanya dipercaya, dititipkan pada kita. Kalau kita memberi, kita hanya menyalurkan berkat dari Tuhan. Jangan sampai kita menjadi sombong karena kita dapat memberi, itu semua adalah pemberian dari Tuhan. Dasar iman kita: rasa cukup.

2. Ulangan 8:18 : Tuhan yang memberi kita kemampuan untuk mendapatkan harta benda. Tuhan juga yang memberikan kita kemampuan untuk dapat menikmati setiap berkat Tuhan (1 Timotius 6:17).

Kebenaran tentang persepuluhan..

1. Semua harta kita milik Tuhan.

2. Maleakhi 3:10 : Tuhan ingin kita mengembalikan milik-Nya melalui persembahan persepuluhan ke gereja-Nya. Tuhan masih mempercayakan kehendak-Nya untuk diselesaikan oleh gereja-Nya.

3. Supaya gereja tidak berkekurangan dalam usaha untuk melebarkan kerajaan Allah.

4. Tuhan memberkati orang yang setia dalam memberikan persembahan persepuluhan.

Kalau kita memberi..

1. Membuat hidup kita lebih sehat.

2. Mempengaruhi relasi akan bertambah kuat, jika kedua belah pihak saling memberi, bukan menuntut atau menghakimi.

3. Memberi membuat hidup kita lebih berarti dan memiliki tujuan.

4. Memberi sanggup mengubah keadaan, mengubah diri sendiri dan pada akhirnya akan memicu perubahan keadaan di sekitar. Kita dapat memberikan: kasih, tawa, pengetahuan, pengharapan, waktu, uang, keterampilan, perhatian, nasihat, kepemimpinan, dll.

5. Memberi dapat memberikan dampak, bahkan setelah kita meninggal dunia. Pemberian terbesar dalam hidup kita bukanlah apa yang kita miliki, tetapi apa yang sudah kita berikan.

6. Memberi menghancurkan kekuatiran. Memberi menghancurkan keegoisan. Jika keegoisan dihancurkan, maka kekuatiran kita akan berangsur sirna karena akar dari kekuatiran adalah self-security.

7. Memberi melepaskan kuasa Allah.

Apakah kita akan menyalahkan Tuhan karena membiarkan keadaan berkekurangan terjadi? Atau kita akan menyalahkan manusia karena tidak mau berbagi? Bukan soal jumlah yang kita beri, tetapi semangatnya dalam memberi..

Ditulis dari khotbah Ps. Andreas Rahardjo di Ibadah MDC Surabaya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s