Monthly Archives: April 2017

Wanita itu Unik :)

Standard

Pada suatu hari, ada seorang pria yang berdoa dalam keadaan marah dan emosi. Ia sebal melihat pasangannya yang sering menangis dan memanfaatkan air matanya di setiap perdebatan. Karena tak mau terlibat dalam emosi yang negatif, ia pun sujud dan berdoa, meminta pertolongan dan petunjuk dari Tuhan.. 

“Tuhan, mengapa sih wanita itu sering menangis? Aku bosan melihat dan mendengarnya,” keluh pria itu. 

Jawab Tuhan kepadanya, 

“Karena wanita itu unik. Aku menciptakannya tidak sama seperti kamu, kaum pria. Ia adalah ciptaan-Ku yang istimewa.. 

Aku menguatkan bahunya, untuk menjaga anak-anakmu kelak. Aku melembutkan hatinya, untuk memberimu rasa aman. Aku menguatkan rahimnya, untuk menyimpan benih manusia. Aku meneguhkan pribadinya, untuk terus berjuang, di saat yang lain akan menyerah.. 

Aku memberinya naluri untuk tetap menyayangi, walau terkadang ia dikhianati dan disakiti oleh orang yang disayanginya. Aku mengembuskan kasih sayang, agar ia bisa mencurahimu dengan perhatian. Aku membuat matanya lentik, karena ia akan menjadi jendela kedamaian. Aku membuat senyumnya merekah seperti mahkota bunga, untuk membuatmu tetap mengingat indahnya dunia.. 

Aku membuat tangannya terampil, untuk menjagamu agar tidak pernah kekurangan. Oleh karena alasan itulah, Aku memberinya air mata.. untuk membasuh setiap luka batin dan memberikan kekuatan yang baru. Dan hal itu bukanlah sebuah tanda kelemahan ataupun kekalahan.” 

Pria itupun tertegun sejenak. Diambilnya langkah bergegas, dipeluk, dan diusapnya air mata di pipi orang yang dicintainya.. 

“Maafkan aku sayang. Aku akan berusaha semampuku, untuk membantu menghapus luka batin itu..” 

Lelaki hebat bukanlah lelaki yang memiliki harta berlimpah maupun kelebihan fisik dan lainnya.. tetapi lelaki hebat adalah lelaki yang dapat mengerti dan memahami perasaan wanita yang dicintainya.. (diambil dari sumber google..)

Have a blessed day all 😊

Advertisements

Saduran Buku: Jangan Terkecoh

Standard

Kota Surabaya beberapa waktu yang lalu dihebohkan dengan beredarnya video sepasang remaja yang kedapatan melakukan perbuatan mesum di sebuah kamar pas, di sebuah pusat perbelanjaan. Video yang telah beredar di media sosial dan menjadi viral ini telah memperlihatkan sepasang remaja yang tertangkap basah petugas keamanan. Beberapa dari antara Anda mungkin sudah hafal bagaimana kelanjutan ceritanya, dan tentu saja, hal ini membuat kita miris, inikah potret kehidupan anak muda masa kini?

Penulis mencoba membagikan beberapa poin dari buku “Jangan Terkecoh: Pendekatan Radikal yang Benar terhadap Seks, Cinta, & Kencan” yang ditulis oleh Joe White. Semoga tulisan di bawah ini dapat menjadi berkat bagi setiap kita, baik yang memiliki peran sebagai orangtua, rekan pendidik, maupun anak muda..

Tahukah Anda bahwa Allah tidak menyediakan cinta sejati hanya untuk pasangan yang sempurna; Ia menyediakannya bagi siapa saja yang bersedia. Bulan madu yang mengesankan tidak membutuhkan orang-orang yang terlihat seperti santa; yang dibutuhkan hanyalah dua hati yang sudah diampuni dan keinginan-keinginan yang wajar. Betapa Allah memiliki rancangan bagi setiap pasangan pria dan wanita untuk menikmati indahnya cinta, kepuasan, kesenangan, dan ya, hubungan intim–dalam suatu pernikahan yang sah. 

Allah kita adalah Pribadi yang ingin melihat yang baik menjadi terbaik, dan Ia ingin agar yang terbaik dalam kehidupan seseorang–seperti cinta, seks dan hubungan intim–akan dinikmati sepanjang hayat. Allah tidak berminat untuk mencari sarana pengganti yang murahan. 

Mengapa lukisan sebuah hubungan intim yang Allah ciptakan dengan sempurna, yang dibingkai dengan begitu hati-hati sesuai dengan karya-Nya yang halus, dirusakkan begitu saja namun kembali diperbaiki dengan demikian sempurna? Saya percaya jawabannya ditemukan dalam hati Pelukis Agung itu sendiri. Ia membuat lukisan yang asli, dan hanya Ia yang dapat kembali memberinya warna dan bingkai baru yang kuat. Untuk semuanya ini harus ada cincin emas sebagai lambang ikatan perkawinan. 

Dalam kitab 1 Korintus 6:19 dan 7:3-4, dengan penuh kasih Allah berkata bahwa pertama-tama tubuh kita adalah milik-Nya (yang menciptakan dan membeli dengan darah Anak-Nya sendiri) dan kedua, milik suami atau istri Anda. Mengapa Anda ingin memberi orang yang paling berarti dalam hidup Anda sesuatu yang mutunya setara dengan kelas dua? Apakah ada orang yang katanya mengasihi dan penuh perhatian, sampai hati menodai sesuatu yang terbaik milik orang lain, yang sebetulnya dapat ia berikan pada suami atau istrinya suatu hari kelak?

Tujuan Allah menganugerahkan seks kepada manusia adalah untuk reproduksi, untuk mengungkapkan cinta yang tidak pernah dikenal siapapun kecuali oleh suami istri yang berbahagia, dan juga untuk menyenangkan pasangan masing-masing. Dengan gamblang dan sederhana Allah memberi perasaan yang menyenangkan ke dalam suatu hubungan seks–tidak ada rasa takut, tidak ada rasa bersalah, tidak ada amarah, tidak ada kondom untuk mengurangi keintiman yang alamiah. Tidak ada penyesalan, yang ada hanya kebebasan. 

Joe White dan istrinya membuat tiga komitmen ketika mereka mulai berkencan. Pertama, mereka akan saling mengasihi dan bersedia mendahulukan kebutuhan masing-masing. Kedua, saling mengampuni bila ada perasaan yang terluka. Dan ketiga, menangguhkan hubungan seks hingga tiba malam bulan madu mereka. 

Dalam masa menunggu, timbul perasaan saling mempercayai, timbul dorongan saling menghormati, dan mereka terhindar dari perasaan bersalah. Dalam menantikan tibanya bulan madu, mereka saling membuktikan bahwa selama-lamanya tidak akan pernah ada orang ketiga. Hal inilah yang disebut kebebasan dalam pikiran, emosi, dan roh, yang membuat ranjang pengantin menjadi seperti yang seharusnya (Ibrani 13:4). Tempat tidur demikian istimewanya sehingga tidak boleh digunakan selain dari pasangan yang diikat oleh tali pernikahan yang kudus seumur hidup. 

Mampukah Allah memurnikan kembali rohani seseorang yang pernah melakukan hubungan seks pranikah? Mampukah Allah menyingkirkan perasaan bersalah dan menolong Anda untuk mengampuni diri sendiri? Ia mampu. Dengan Allah, pengampunan diberikan serentak saat kita mengaku dan berbalik dari dosa itu (1 Yohanes 1:9). Kadang-kadang diperlukan waktu yang lebih lama untuk mengampuni diri sendiri, namun kita mampu melakukannya apabila kita mengambil langkah yang benar dan hidup kudus. 

Untuk mengungkapkan isi hati-Nya, tidak ada kata-kata yang lebih mengena daripada, “Hei anak-anakKu, ini yang harus kamu tahu dengan pasti. Percabulan–segala bentuk hubungan seks di luar pernikahan–adalah dosa. Jangan lakukan ini.” (1 Tesalonika 4:3). 

Pada saat nafsu timbul dan Anda ingin bertindak lebih jauh, maka akan terjadi dosa. Cinta menunggu. Nafsu menginginkan segera. Cinta tidak bisa menunggu untuk memberikan yang murni dan mulia. Nafsu tidak bisa menunggu untuk mengambil. Cinta memulihkan. Nafsu melukai. Cinta aman. Nafsu mementingkan diri sendiri. Nafsu akan berakhir. Cinta abadi. 

Hadiah pernikahan dibungkus dengan kemurnian dan seuntai pita berwarna putih. Bagi pria, hadiah itu dibungkus dengan tuxedo (jas putih celana hitam) berupa kepercayaan, pikiran yang murni dan jernih, serta kesabaran seumur hidup. Setiap tahun yang Anda lewati dalam masa penantian dan setiap kesempatan berhubungan intim yang Anda tangguhkan hanya untuk suami atau istri Anda saja nantinya, ibarat sebuah tabungan di bank yang pada saatnya akan menghasilkan bunga “sampai kematian memisahkan Anda.”

Anda tidak bisa memiliki keduanya, seks di luar nikah dan sekaligus yang terbaik dari Allah. Allah tidak bodoh. Ia memberi cinta dan seks sejati suatu kedudukan tertinggi, yang hanya bisa dicapai oleh suami istri yang monogami dan bermoral, dalam suatu hubungan intim yang dipenuhi Roh. 

Kita harus bertumbuh tinggi dan kuat di dalam Kristus agar lebih kuat dari segala godaan yang mengikat dan merampas milik Anda yang terbaik. Inilah yang harus kita perjuangkan!

Pertama, berhentilah merangkak dan berdirilah teguh! Bersikaplah waspada! Bertumbuhlah ke arah Kristus (Filipi 3:13-14). Kedua, tentukan standar yang tinggi! Belajarlah berkata tidak kepada segala sesuatu yang menurut Anda akan membuat Anda terjatuh. Tuhan akan memberi Anda kuasa untuk hidup berdasarkan keyakinan Anda. Biarkan Dia menolong Anda menjadi orang Kristen terbaik sebisa mungkin. 

Ketiga, akui dosa-dosa Anda secara teratur (1 Yohanes 1:9). Mengakui berarti melakukan dua hal. Memandang dosa sebagaimana Allah memandangnya lalu bersedia mengakui itu sebagai satu kesalahan. Kedua, Anda berkata, “Tuhan, terima kasih atas penyaliban-Mu karena Engkau sudah menebus dosa itu.” Serahkan dosa itu pada Allah dan secara total berpaling daripadanya. Hal ini disebut pertobatan. 

Keempat, kenalilah Yesus secara pribadi. Ia akan membawa Anda pada Bapa di surga (Yohanes 14:6), Ia memberi Anda kuasa untuk hidup bahagia (Yohanes 10:10), Ia menjadikan Anda kekasih sejati (Yohanes 13:34-35), dan Ia mengubah segala sesuatu yang terjadi pada Anda untuk kebaikan Anda (Roma 8:28). 

Tuhan Yesus memberkati..