Sebuah Perenungan

Standard

Saat kita berumur 20 tahun,
kita sungguh merasa enak hati kalau kita memiliki fisik yang tampan atau cantik.

Saat kita berumur 30 tahun,
kita merasa enak kalau kita dapat mengulang masa muda kita kembali.

Saat kita berumur 40 tahun,
kita merasa enak kalau kita memiliki banyak uang.

Saat kita berumur 50 tahun,
kita merasa enak jika kita bisa hidup sehat.

Saat kita berumur 60 tahun,
kita merasa bahwa masih diberi kesempatan untuk hidup saja sudah sangat bagus dan merupakan anugerah tersendiri.

Saat kita berumur 70 atau 80 tahun,
kita merasa mengapa hidup ini terlalu singkat.

Hidup ini seperti sebuah supermarket: tersedia banyak pilihan. Apa yang kita pilih mencerminkan bagaimana kehidupan ke depan. Hidup ini seperti sebuah bumerang: lebih banyak kebaikan yang kita lempar, lebih banyak kebaikan yang akan kembali. Kalau kita rajin berbuat baik, maka orang jadi malas berbuat jahat pada kita. Demikian sebaliknya, kalau kita rajin berbuat jahat, maka orang jadi malas berbuat baik. Jika kita dapat memancarkan sifat-sifat baik pada orang lain, maka mereka akan melihat sinar kemuliaan TUHAN ada dalam hidup kita.

ALLAH selalu memberi yang terbaik pada orang yang menyerahkan pilihannya pada-NYA. Damai sejahtera dari TUHAN membuat kita tetap tenang di tengah dunia yang sedang kacau. Tebarkan kasih di manapun kita berada, jadikan hidupmu bermanfaat bagi banyak orang, dan TUHAN selalu bersamamu..

–Disadur dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s